Perbedaan Sinyal Analog dan Sinyal Digital

Sejauh ini kita sering membicarakan kedua sinyal ini, kira kira apa saja perbedaannya. Jangan ketinggalan informasi walaupun bukan dari anak IT, kita sebagai awam juga harus tahu perkembangan IT untuk menunjang kebutuhan dijaman sekarang.

Sinyal Analog

Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. dua Parameter/ terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat dari analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perbedaan sejumlah gelombang sinus.

karakteristik analog
– Dirancang untuk suara 

– Rentan kesalahan

– Kecepatan rendah

– Overhead tinggi


Sinyal Digital

Sinyal digital adalah merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba – tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1 sehingga tidak mudah terpengaruh oleh darau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.

Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasanya disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital.
Sebauh bit dapat berupa nol (0)  atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 baah (21) kemungkinan nilai unutk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00 , 01, 10 dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesesar (2n) buah.

karakteristik digital

– Dirancang untuk data dan suara
–  Lebih aman dari kesalahan disbanding dengan analog

– Kecepatan tinggi

– Overhead rendah



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *