Apa itu PG dan VG pada Cairan E-Liquid

kita tahupada jaman sekarang vape sudah banyak mengalami perkembangan yang bisa dibilang pesat dan juga menjadi perdebatan yang ada terutama khususnya di Indonesia. Sudah banyak orang yang berhasil berhenti merokok berkat penggunaan vape atau rokok elektrik ini. Jadi, bukan hanya sekedar lifestyle, vape ini juga berguna sebagai alat bantu untuk menjauhkan kita dari bahaya mengkonsumsi Rokok Tembakau.

Jika kalian adalah seorang vapers atau pengguna rokok elektrik, pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah isi pada botol liquid yang merupakan perasa untuk vape kalian. Istilah yang dimaksud disini adalah sebutan VG, PG, Perasa dan juga Nikotin yang terkandung di dalam liquid tersebut. Untuk kalian yang memang sudah terbiasa menggunakan rokok elektrik pasti sudah tahu dengan istilah tersebut. Tapi, apakah kalian tahu maksud dari bahan-bahan tersebut?

Biasanya dalam botol liquid yang digunakan, ada teks yang menunjukkan berapa persen kandungan bahan-bahan VG, PG, dan Nikotin yang ada di dalam liquid. Pada umumnya, komposisi kandungannya adalah 70% VG, 30% PG, dan 3mg Nikotin ada juga yang 60% VG, 40% PG, dan 6mg Nikotin Nah, mungkin banyak di antara kita terutama bagi kalangan vapers yang masih belum mengerti tentang kandungan bahan tersebut. Dan juga pasti masih banyak yang penasaran, amankah kandungan bahan tersebut.

Sekilas Mengenai Liquid

Liquid merupakan kombinasi cairan khusus yang terdapat di dalam tangki cairan (catridge) rokok elektrik dimana akan dipanaskan sehingga menghasilkan uap. Cairan yang dapat diisi ulang tersebut memiliki beraneka cita rasa dan aroma yang dapat disesuaikan dengan kesukaan dari pengguna. Biasanya terdapat beberapa varian rasa liquid, mulai dari yang juicy dan juga yang creamy.

Pada liquid juicy, biasanya memiliki rasa yang identik dengan hal-hal yang segar, misalnya buah-buahan dan juga rasa dari jenis-jenis minuman. Sedangkan untuk liquid dengan rasa creamy, biasanya memiliki rasa yang berkaitan dengan makanan yang manis misalnya rasa-rasa kue. Ukuran liquid yang beredar di pasaran biasanya memiliki isi sebanyak 30 sampai 100ml pada tiap botolnya tergantung dari kemasannya.

Adapun bahan baku yang terdapat pada liquid adalah perasa, PG (Propylene Glycol), VG (Vegetable Glycerin/gliserin nabati), Nikotin ataupun non nikotin. Biasanya vapers/konsumen bisa membeli liquid yang beredar di masyarakat dengan berbagai level standar pencampuran dan konsentrasi nikotin yang berbeda–beda pula. Pada umumnya, 80-90% bahan baku yang terkandung dalam e-liquid adalah kombinasi perasa manis yaitu VG (Vegetable Glycerin), PG (Propylene glycol) dan sisanya adalah perasa (flavour) dan nikotin sebagai opsional.

Daripada penasaran mengenai bahan-bahan yang ada dalam liquid, yuk langsung saja kita simak ulasannya berikut ini. Kita mulai dengan penjelasan mengenai kandungan bahan yang pertama, yaitu PG (Propylene Glycol).

PG (Propylene Glycol)

  • Apa Itu PG (Propylene Glycol)

Kandungan bahan yang terkandung di dalam liquid yang pertama adalah Propylene Glycol, atau yang sering kita sebut dengan PG. PG (Propylene Glycol) merupakan sebuah produk turunan dari Petroleum. Jenis cairan yang satu ini tidak mempunyai bau dan juga tidak mempunyai warna. Di dalam dunia rokok elektrik, Propylene Glycol atau PG ini seringkali digunakan untuk memberikan sensasi ‘throat hit’ atau TH, yang diindikasikan dapat memberikan sensasi dan pengalaman yang sama dengan merokok tembakau.

Propylene Glycol ini bisa dibilang dapat mengikat rasa (flavor) pada liquid dengan lebih efektif dibandingkan Vegetable Glycerin atau VG, yang berarti Propylene Glycol adalah basis cairan yang paling sering digunakan untuk mengikat konsentrat rasa dan juga nikotin dalam penggunaan liquid pada rokok elektrik. Propylene glycol adalah zat berbau hambar, sehingga tidak mengubah rasa yang ada pada liquid dengan cara apapun. Hal ini juga merupakan humektan yang kuat, jadi akan kering dimulut dan tenggorokan jika digunakan secara konsisten.

Pada satu sisi, propylene glycol diketahui dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa pengguna e-cig atau rokok elektrik. Hal ini memiliki tingkatan yang bervariasi mulai dari reaksi ringan, seperti kesemutan di tenggorokan, iritasi serius pada berbagai bagian tubuh. Jika kalian mengalami gejala yang tidak biasa setelah vaping dengan mengunakan PG Liquid, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah beralih ke penggunaan liquid yang menggunakan bahan Vegetable Glycerin.

  • Penggunaan PG (Propylene Glycol)

Propylene glycol adalah Zat aditif yang juga biasa digunakan dalam berbagai produk makanan seperti misalnya salad, es krim, zat pewarna makanan, popcorn, krim asam dan campuran kue. Perlu untuk diketahui juga kalau Propylene Glycol juga digunakan pada barang-barang rumah tangga seperti misalnya pembersih, pengharum ruangan, perlengkapan mandi dan juga pada bahan pembersih.

Propylene Glycol juga digunakan sebagai agen emolien dan pelunakan yang ada di dalam kosmetik dan juga obat-obatan. bahan kimia yang satu ini dapat juga menggantikan etilena glikol yang ada di dalam sistem pendingin modern dan aplikasi antibeku. Selain itu, Propylene Glycol juga digunakan sebagai pelarut untuk cat, tinta, liquid rokok elektronik (untuk melarutkan nikotin) seperti yang dibahas sebelumnya, dan juga digunakan dalam sintesis berbagai bahan kimia.

Untuk produk yang mengandung bahan propylene glycol dapat menyebabkan reaksi yang ringan pada mata dan kulit sedangkan jika berlebihan dapat menyebabkan bahaya kesehatan yang parah, reaksi alergi dan masalah pernapasan. Jika mengalami reaksi demikian, hal yang terbaik adalah langsung berkonsultasi dengan ahli medis secepatnya.

  • Amankah Penggunaan PG (Propylene Glycol)

Telah dilakukan berbagai penelitian dengan hasil yang membuktikan bahwa Propylene Glycol diketahui termasuk bahan yang aman untuk dikonsumsi, dan FDA juga telah mengklasifikasikan Propylene Glycol sebagai “Generally Recognized as Safe” untuk digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan. Dalam penelitian jangka panjang yang dilakukan pada tahun 1947, menghirup Propylene Glycol disimpulkan tidak memiliki efek apapun terhadap tubuh manusia.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), propylene glycol ini umumnya dianggap sebagai bahan yang aman (GRAS) untuk digunakan sebagai aditif dalam kondisi tertentu. Namun, paparan pada tempat kerja untuk konsentrasi yang tinggi dan juga kontak yang terlalu lama, jumlah rendah propylene glycol dapat menyebabkan gejala alergi ringan serta masalah kesehatan yang parah.

Tapi ada banyak juga media massa yang melakukan sebuah tindakan yang berupa pembohongan publik, dengan memberikan pernyataan bahwa sebenarnya Propylene Glycol adalah zat beracun yang digunakan sebagai zat anti beku (anti-freeze). Namun, yang terjadi pada fakta sebenarnya adalah, bahwa zat yang dimaksud tersebut adalah Ethyl Glycol, sebuah zat yang mirip dengan Propylene Glycol, tapi sebenarnya tidak mempunyai keterkaitan apapun dan tidak digunakan sama sekali dalam rokok elektrik.

VG (Vegetable Glycerin)

  • Apa Itu VG (Vegetable Glycerin)

Vegetable Glyserin merupakan sejenis Glyserin yang bahan dasar pembuatannya adalah 100% berasal dari sayuran / tumbuhan, tidak ada campuran bahan hewani maupun bahan yang selain dari tumbuhan. Berbeda dengan glyserin yang dijual di toko kimia manapun, semuanya adalah Glyserin biasa yang bahan utamanya bisa berasal dari hewan, tumbuhan, dan bahan addictive lainnya.

Vegetable Glycerin (VG) memiliki sedikit rasa manis yang juga membuat manis liquid dan rasanya menjadi agak sulit untuk dideteksi. Sementara PG memberikan pengguna mulut kering, beberapa vapers mengeluh tentang dahak sampai di tenggorokan mereka setelah menggunakan Vegetable Glycerin. Dan juga sebagian vapers mengatakan tidak Mendapatkan HIT pada Tenggorokan Seperti throat hit yang didapat dari penggunaan liquid PG. karena konsistensi yang tinggi, VG Liquid menghasilkan uap lebih banyak dan tidak menyebabkan reaksi alergi atau iritasi sesering yang didapat dari Propylene Glycol.

Rasio dari ukuran VG sangat berpengaruh pada rasa manis dan ketebalan uap air, dan juga tingkat kekentalan yang ada pada liquid. VG memiliki sifat yang dapat menyerap air sehingga akan membuat tenggorokan kita menjadi cepat kering. Apabila liquid yang mengandung VG diletakkan pada tempat yang lembab dan dalam keadaan yang terbuka bisa jadi menyerap air sehingga bisa memicu terjadinya pertumbuhan bakteri sehingga bisa menyebabkan adanya bau apek.

  • Penggunaan VG (Vegetable Glycerin)

Seperti yang kita tahu, vegetable glycerin merupakan salah satu campuran yang digunakan pada penggunaan liquid untuk rokok elektrik. Gliserin atau gliserol yang biasa lebih dikenal Vegetable Glycerin (VG) pada pengguna e-cigarette merupakan bahan kimia yang saat ini sering dipakai dalam membuat cairan/liquid rokok elektrik. Kontroversi keamanan rokok elektrik sering menjadi perbincangan hangat pula di kalangan pengguna.

Gliserin sendiri merupakan bahan kimia berupa cairan tidak berwarna hingga kuning, tidak berbau, berasa manis, bertekstur kental, bersifat higroskopis, pH netral, Larut dalam air, alkohol, etil asetat, dan eter. Tidak larut dalam benzen, kloroform, karbon tetraklorida, karbon disulfida, petroleum eter, dan minyak.

Gliserin atau vegetable glycerin ini sering digunakan dalam pembuatan bahan-bahan yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti sabun, deterjen dan ester gliserol, bahan pembuat produk farmasi, kosmetik, makanan dan minuman, sebagai bahan tambahan pangan (pengemulsi, pengental, penstabil), pembuatan cat resin, dan kertas serta sebagai pembasah pada tembakau.

  • Amankah Penggunaan VG (Vegetable Glycerin)

Sama halnya seperti Propylene Glycol, Vegetable Glycerin ini sejatinya juga aman untuk tubuh kita dan tidak memberikan dampak apapun jika kita gunakan dalam konsumsi penggunaan vapor sehari-hari. Hal ini karena seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, vegetable glycerin adalah bahan yang 100% terbuat dari bahan sayuran / tumbuhan jadi pastinya aman untuk tubuh.

Tapi, Data hasil pengujian yang dilaporkan melalui badan POM, yang dirancang untuk menyelidiki aktivitas peningkatan tumor pada mencit jantan melalui sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemberian gliserin secara oral sampai dengan 20 minggu menimbulkan sedikit peningkatan pembentukan tumor paru. Pada uji yang sama, pemberian gliserin tunggal dalam air minum tidak menghasilkan peningkatan tumor relatif terhadap kontrol.

bahaya vegetable glycerin pada mata manusia dapat mengakibatkan sensasi rasa menyengat yang kuat dan terbakar, dengan refleks mata berair dan dilatasi pembuluh konjungtiva, namun tidak menimbulkan luka. bahaya vegetable glycerin jika terpapar ke bagian ruang anterior mengakibatkan reaksi inflamasi dan edema kornea disertai kerutan pada permukaan posterior dan kerusakan sel-sel endotelium.

Jadi intinya, jika kita mengkonsumsi langsung vegetable glycerin, hal itu sangat tidak dianjurkan karena kita sendiri juga tahu bahwasannya saat kita menghisap uap vapor dari liquid yang mengandung vg saja tenggorokan kita bisa terasa kering, apalagi jika kita mengkonsumsi langsung atau meminumnya. Juga tidak bisa dianggap sepele jika diteteskan pada organ vital.

Zat Perasa

Hal yang selanjutnya ada di dalam komposisi liquid adalah zat perasa. Bahan inilah yang membuat kita bisa merasakan aneka ragam rasa yang terdapat dari liquid mulai dari rasa buah-buahan hingga rasa kue yang creamy. Perasa sendiri dikategorikan menjadi essence dan flavoring.

  • Essence
    Essence disini memiliki sifat yang hanya menimbulkan aroma dan bukan rasa. Untuk penggunaan essence di dalam liquid bisa dibilang masih kurang efektif karena essence memiliki aftertaste yang terasa pahit. Hal itu membuat penggunaan essence dalam proses pembuatan liquid masih memerlukan tambahan pemanis, modifier rasa, dan tambahan yang lainnya.
  • Flavoring
    Berbeda dengan essence, flavoring adalah sejenis bahan yang memiliki rasa. Bahkan hasil produksi dari beberapa pabrikan tertentu sudah ditambahkan dengan hint rasa tertentu juga. Hal inilah yang membuat campuran pada liquid menjadi memiliki rasa sehingga tidak terasa hambar.

Nikotin

Ini yang wajib ada pada vape. Dan kadang seseorang juga harus mengetahui kadar nikotin yang terkandung didalam liquid yang ia gunakan. Dan jika salah-salah bisa jadi si pengguna merasakan akibat keberatan nikotin.

  • Apa Itu Nikotin

Sejatinya, vape memang bukan menghasilkan asap, melainkan uap air. Cairan vape (e-liquid) dipanaskan oleh elemen pemanas dalam vape kemudian menghasilkan uap air yang kita hisap. Meski tidak menghasilkan asap, bukan berarti vape tak mengandung nikotin. Lalu apa itu nikotin?

Menurut Wikipedia Indonesia bahwa Nikotin adalah salah satu senyawa kimia organik yang termasuk kedalam Kelompok Alkaloid dan merupakan Racun Saraf yang potensial karena pada konsentrasi rendah Nikotin bisa menyebabkan Kecanduan dan mampu menghambat kemampuan Tubuh Manusia untuk melawan Sel – Sel Kanker. Memang pada dasarnya nikotin memiliki bahaya bagi kesehatan. Adapun bahaya bagi kesehatan dari nikotin paling tidak memberikan tiga efek utama yaitu detak jantung menjadi lebih cepat, tekanan darah meningkat dari biasanya serta nafas menjadi lebih berat dan sangat cepat.

Hal itu merupakan tiga bahaya atau efek sampingnya umum yang akan diberikan oleh nikotin ketika Terlalu banyak mengkonsumsi nya. Kita ketahui bahwa setiap yang diciptakan didunia ini tentu memiliki manfaat tidak terkecuali dengan nikotin. Selain memiliki bahaya yang memang sangat berbahaya seperti yang telah diulas 3 di atas nikotin juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan. Namun yang perlu diingat adalah tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsinya karena dapat menimbulkan efek-efek yang telah disebutkan di atas tadi.

  • Amankah Penggunaan Nikotin Bagi Tubuh

Banyak orang yang berkata bahwa nikotin memiliki bahaya yang sangat berbahaya bagi manusia namun pada kenyataannya memang ketika dikonsumsi terlalu banyak akan membawa bahaya buruk bagi manusia. Namun apabila mengonsumsinya itu tidak berlebihan maka akan membantu imun tubuh menjadi lebih dapat bekerja dengan sempurna.

Hal ini disebabkan karena ketika adanya nikotin yang masuk ke dalam tubuh imun tubuh akan bekerja dengan baik sehingga hal tersebut akan membentuk imun tubuh terus terus terus berkembang dan imun tersebut akan menjadi lebih kuat. Nikotin juga banyak dikatakan merupakan salah satu zat yang disebut sebagai zat penenang. Maka dari itu tentunya zat ini akan membantu untuk sifat-sifat temporal yang dimiliki manusia lebih terjaga.

Saat seseorang menghisap nikotin, maka nikotin akan masuk ke dalam tubuh dan akan dirubah menjadi kotinin di paru-paru sebelum keluar dari dalam tubuh melalui urin. Nikotin dan kotinin dapat dideteksi dalam darah, urin, air liur dan rambut. Kadar nikotin dan kotinin dalam urin biasanya tidak terdeteksi dalam waktu 3-4 hari setelah berhenti menggunakan produk yang mengandung nikotin. Namun, mengenasi rokok, bagi perokok pasif, tes urin nikotin bisa positif selama 15 sampai 20 hari. Kotinin juga bisa lebih lama untuk dibuang bila menggunakan rokok mengandung mentol.

Sebagai pengguna rokok elektrik atau vapers yang baik, kita harus selalu teliti dalam hal memilih liquid mana yang akan kita gunakan untuk daily setup kita. Jangan hanya terbawa suasana atau hanya mengikuti vapers lainnya yang menggunakan liquid yang mereka sukai. Karena pada dasarnya setiap vapers memiliki ketertarikannya masing-masing pada liquid.

Untuk itu juga kita selalu dianjurkan untuk lebih memahami kandungan-kansungan yang ada di dalam liquid agar kita tidak salah dalam menguraikannya. Sehingga kita bisa lebih baik lagi dalam mengajak orang untuk berhenti dari rokok konvensional karena kita paham dengan apa yang kita gunakan. Dalam hal ini, kita berbicara tentang kandungan liquid saat kita menggunakan vape.

Jadi, jangan hanya sembarang menggunakan vape hanya untuk ikut tren semata. Karena vape sendiri digunakan sebagai alat bantu untuk berhenti dari kecanduan merokok, karena sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukan bahwa vape atau rokok elektrik itu berbahaya bagi tubuh.

Demikianlah penjelasan mengenai bahan-bahan yang merupakan komposisi yang terdapat dalam liquid. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membuat kita sama-sama mengerti lebih jauh lagi tentang Vape. Dan ingat, vape bukanlah untuk golongan usia 21 tahun ke bawah. Terima kasih sudah membaca. Salam uap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *